PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha melalui rencana penyelenggaraan Riau Expo pada Desember 2026. Kegiatan yang dirancang sebagai ajang promosi perdagangan dan investasi internasional tersebut menargetkan transaksi perdagangan minimal Rp100 miliar serta peluang investasi sebesar Rp75 miliar.
Rencana itu dibahas dalam audiensi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Dumai, Zulfan Ismaini, di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (9/10/2026). Riau Expo direncanakan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan pengusaha dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan sejumlah negara lainnya.
SF Hariyanto mengatakan, Pemprov Riau tetap membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha di tengah keterbatasan fiskal daerah. Meski demikian, dukungan pemerintah akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
"Kondisi fiskal kita saat ini memang menuntut kehati-hatian, sehingga setiap kegiatan harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran. Namun, kalau ada hal yang bisa kita bantu untuk mendukung kegiatan dunia usaha dan ekonomi masyarakat, tentu akan kita upayakan," ujarnya.
Ia menyambut rencana penyelenggaraan Riau Expo yang akan mengandalkan pendanaan non-APBD melalui dukungan sponsor dan keterlibatan para pelaku usaha. Menurutnya, koordinasi antarpihak perlu dipersiapkan secara matang agar pembagian tugas dan bentuk dukungan pemerintah dapat berjalan sesuai kewenangan masing-masing.
"Silakan kegiatan ini dipersiapkan dengan baik, nanti kita duduk bersama untuk membentuk tim dan membagi tugas masing-masing. Pemerintah provinsi tidak akan melepas begitu saja, tetapi kita bekerja sesuai kemampuan dan tanggung jawab masing-masing," katanya.
Sementara itu, Zulfan Ismaini menjelaskan bahwa Riau Expo dirancang untuk mempromosikan produk unggulan daerah, memperluas pasar UMKM, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon investor dari berbagai negara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi di kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
"Kami merencanakan Riau Expo selama dua hari dengan pendanaan non-APBD melalui dukungan sponsor dan para pihak terkait. Kami menargetkan transaksi perdagangan minimal Rp100 miliar dan peluang investasi sebesar Rp75 miliar, dengan fokus mendorong pertumbuhan UMKM serta masuknya investasi baru ke Riau," jelasnya.
Selain promosi perdagangan, KADIN Dumai turut menjajaki peluang investasi di sektor pengolahan hasil perkebunan. Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi biomassa dan pupuk.
KADIN juga menjajaki kerja sama dengan calon investor dari India. Berbagai penjajakan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan industri, meningkatkan nilai tambah komoditas daerah, serta membuka kesempatan kerja sama ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat Riau.
