ANALISD.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah sebagai upaya menekan laju inflasi, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tersebut dilaksanakan di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Pasuruan, Rabu sore (5/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur didampingi Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, meninjau pelaksanaan pasar murah sekaligus menyapa masyarakat yang memanfaatkan program tersebut.
Pasar murah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Komoditas yang dijual meliputi beras premium kemasan 5 kilogram seharga Rp70.000, tepung terigu 1 kilogram Rp10.000, gula pasir 1 kilogram Rp14.000, minyak goreng Minyakita 1 liter Rp13.000, telur ayam ras Rp20.000 per paket, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per paket, serta daging ayam kemasan besar Rp30.000 dan kemasan kecil Rp15.000.
Sejak kegiatan dimulai, masyarakat tampak antusias memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pelaksanaan pasar murah ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, menekan inflasi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui kemudahan akses terhadap bahan kebutuhan pokok.
Salah seorang warga Kelurahan Mayangan, Rima (32), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Menurut ibu rumah tangga itu, harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih ringan sehingga mampu mengurangi beban pengeluaran keluarga.
“Alhamdulillah sangat membantu. Harga di sini lebih murah dibandingkan di pasaran, jadi bisa menghemat pengeluaran rumah tangga. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan pasar murah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.
