ANALISD.COM - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang diinisiasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Kamis (2/7/2026) di Ruang Auditorium, Kampus III, Gedung St. Bonaventura.
Program BTI 2026 dilaksanakan secara serentak pada 27 perguruan tinggi di Indonesia. Mengusung tema Climate Change, program ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal menghadapi tantangan perubahan iklim di sekolah maupun di masyarakat.
Acara dibuka dengan seminar teknis bagi seluruh peserta yang dilakukan secara daring dan luring. Pada Opening Ceremony daring, Kepala Bidang Pengembangan Talenta Pusat Prestasi Nasional, Retno Juni Rochmaningsih, S.Sos., memaparkan tujuan, mekanisme, serta rangkaian kegiatan BTI 2026 kepada para peserta.
Selanjutnya, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Dr. Maria Veronica Irene, memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para peserta agar memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana pengembangan diri.
”Kalian membawa nama sekolah, daerah, dan keluarga untuk pengembangan diri kalian, kami mohon supaya bisa menjaga karakter dan sikap serta mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya,” ujar Maria.
Setelah pembukaan secara daring, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan secara luring yang dibuka oleh Wakil Rektor III UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., CSCA. Dalam sambutannya, Yosef menyampaikan harapannya agar para peserta dapat memanfaatkan kesempatan belajar selama mengikuti pelatihan di Yogyakarta.

“Silahkan berproses selama 6 hari lagi di Jogja, kami coba untuk fasilitasi sebaik-baiknya, ini akan menjadi catatan baik untuk Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang terus mencoba untuk mendampingi generasi muda baik mahasiswa maupun pendidikan sebelumnya,” ungkap Yosef.
Setelah rangkaian pembukaan, seluruh peserta mengikuti pre-test STEM atau Literasi Numerasi secara daring. Tes ini bertujuan mengukur kemampuan awal peserta sekaligus menjadi dasar evaluasi perkembangan mereka selama mengikuti pelatihan.
Sesi pelatihan dimulai dengan pembagian materi sebanyak tiga modul awal. Diantaranya adalah, modul energi dalam kehidupan sehari-hari, modul keterbatasan energi, dan modul sel surya. Ketiga modul ini menjadi awal dari perjalanan pelatihan peserta. Di setiap harinya, peserta akan diberikan materi melalui modul oleh mentor, hingga tiba di hari terakhir untuk melakukan presentasi dan pameran proyek yang peserta kerjakan.
Melalui BTI 2026, diharapkan para peserta mampu mengembangkan inovasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap isu perubahan iklim sehingga dapat menjadi generasi penerus bangsa yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
