Gandeng Unej, Kemenkeu Perkuat BUMDes agar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Gandeng Unej, Kemenkeu Perkuat BUMDes agar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
ket foto : Penandatanganan kerjasama antara FEB UNEJ dengan Kemenkeu RI-Foto : Humas Universitas Jember-

ANALISD.COM - Jember, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggandeng Universitas Jember (Unej)  untuk memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Program ini bertujuan mendorong pengelolaan usaha desa yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Kolaborasi yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut diawali dengan workshop di Gedung Ir. Soekarno Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej, Kamis 11 Juni 2026. Kegiatan itu diikuti 100 peserta yang terdiri dari 60 BUMDes dan 40 KDMP dari Kabupaten Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, dan Pasuruan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unej Prof. Bambang Kuswandi, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendampingan dan transfer pengetahuan.

"BUMDes yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi desa yang tangguh. Karena itu, kami berkomitmen memberikan pendampingan berbasis kebutuhan riil agar potensi desa dapat berkembang secara optimal," ujarnya.


Kerjasama Kemenkeu dan FEB Unej-Foto : Humas Universitas Jember-

Sementara itu, Anggota Tim Dana Desa Kementerian Keuangan, Yadi Hadian, menjelaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi strategi untuk memperluas jangkauan pembinaan BUMDes di berbagai daerah.

Menurutnya, workshop ini menjadi tahap awal untuk memetakan potensi usaha dan mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi BUMDes. Dari hasil pemetaan tersebut, sebanyak 30 BUMDes akan dipilih mengikuti program pendampingan intensif selama empat bulan.

Dalam program tersebut, tim FEB Unej akan memberikan asistensi terkait penyusunan laporan keuangan, penguatan tata kelola organisasi, administrasi kelembagaan, hingga strategi pemasaran dan pengembangan usaha.

"Kami ingin memastikan pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mampu meningkatkan kinerja usaha dan tata kelola BUMDes secara nyata," kata Yadi.


Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Jember, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D., kala memberikan sambutannya-Foto : Humas Universitas Jember-

Melalui program ini, pemerintah berharap BUMDes mampu berkembang menjadi unit usaha yang profesional dan mandiri, sekaligus membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Berita Lainnya

Index