ANALISD.COM - Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 18 Desa Ngawen menggelar workshop bertajuk “Pengembangan Usaha dan Pemasaran UMKM” di Balai Desa Ngawen, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Minggu (25/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing dan berkembang di era digital.
Workshop yang diikuti para pelaku UMKM Desa Ngawen tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Rizal Prahardinta dan Zakki Helmiawan, S.E. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai strategi pengembangan usaha, pemasaran digital, serta pentingnya legalitas usaha.
Perwakilan KKN Posko 18 Desa Ngawen dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku UMKM dapat memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing produk, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Rizal Prahardinta menjelaskan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Menurutnya, pelaku usaha perlu menciptakan nilai tambah agar produk yang ditawarkan memiliki keunggulan dibanding kompetitor.
“Produk yang biasa saja akan mudah tenggelam dalam persaingan. Kreativitas menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah dan membangun daya saing usaha,” jelas Rizal.
Ia juga menyoroti besarnya peluang pemasaran digital bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa terbatas oleh wilayah geografis.
“Media sosial dan platform digital bukan hanya tempat promosi, tetapi juga sarana membangun hubungan dengan konsumen. Pelaku usaha harus berani mencoba hal baru dan terus belajar mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.
Selain membahas strategi pemasaran, Rizal turut membagikan sejumlah tips praktis kepada peserta, seperti memahami kebutuhan pelanggan, melakukan inovasi produk, serta memanfaatkan momen tertentu untuk meningkatkan penjualan.
Sementara itu, pada sesi kedua, Zakki Helmiawan, S.E. memaparkan pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi produk dapat meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus membuka peluang akses permodalan dan kerja sama yang lebih luas.
“Legalitas usaha bukan hanya sekadar administrasi, tetapi menjadi identitas resmi yang memberikan perlindungan hukum sekaligus membuka akses permodalan dan peluang kerja sama yang lebih luas,” terang Zakki.
Selain itu, ia menekankan bahwa digital marketing harus dipahami sebagai strategi bisnis yang terintegrasi, bukan sekadar aktivitas mengunggah konten di media sosial.
“Digital marketing adalah proses membangun kesadaran merek, kepercayaan konsumen, hingga menciptakan loyalitas pelanggan. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami strategi yang tepat dalam memanfaatkan platform digital,” ujarnya.
Menurut Zakki, keberhasilan usaha juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.
Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari pemasaran produk, desain kemasan, hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi usaha.
Salah satu peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usahanya.
“Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Kami jadi lebih tahu bagaimana cara memasarkan produk secara digital dan pentingnya legalitas usaha,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 18 berharap pelaku UMKM Desa Ngawen semakin kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas usaha, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
