Dampak Tak Terduga Perubahan Iklim, Berat Badan Monyet Burung Hantu Melonjak Drastis

Dampak Tak Terduga Perubahan Iklim, Berat Badan Monyet Burung Hantu Melonjak Drastis
ket foto : Penelitian terbaru mengungkap fenomena unik akibat perubahan iklim, di mana berat badan monyet burung hantu di Argentina meningkat demi bertahan hidup

ANALISD.COM - PERUBAHAN iklim global biasanya diidentifikasi dengan fenomena penyusutan ukuran tubuh pada berbagai spesies hewan akibat suhu yang memanas. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkap anomali yang mengejutkan. Monyet burung hantu (owl monkey) di wilayah Chaco, Argentina, justru mengalami lonjakan berat badan yang signifikan sebagai bentuk adaptasi terhadap cuaca ekstrem.

Temukan lebih banyak

Studi jangka panjang yang dipimpin oleh Profesor Eduardo Fernandez-Duque dari Yale University bersama tim internasional ini mengamati populasi monyet burung hantu (Aotus azarae) selama lebih dari dua dekade. Hasilnya menunjukkan bahwa fenomena iklim seperti El Niño dan La Niña memicu perubahan drastis pada ketersediaan makanan mereka.

Para peneliti menemukan bahwa fluktuasi iklim ekstrem ini menyebabkan periode kelaparan yang tidak menentu. Sebagai respons, primata monogami ini mulai mengonsumsi makanan dalam jumlah besar secara cepat ketika makanan melimpah untuk menimbun lemak tubuh. Strategi ini sangat krusial bagi kelangsungan hidup mereka saat musim paceklik tiba.

"Ketika lingkungan menjadi sangat tidak dapat diprediksi, mamalia berukuran kecil hingga sedang mungkin akan merespons dengan menambah berat badan sebagai mekanisme perlindungan terhadap periode kelaparan yang tidak terduga," jelas Fernandez-Duque dalam laporan penelitian tersebut.

Anomali penambahan berat badan ini menjadi bukti nyata dampak perubahan iklim terhadap satwa liar tidak bisa disamaratakan. Di saat banyak spesies lain mengalami penurunan massa tubuh akibat stres lingkungan, monyet burung hantu justru berevolusi secara fisiologis dengan mempertebal lapisan lemak mereka.

Meski strategi penambahan berat badan ini berhasil menyelamatkan mereka dari kelaparan jangka pendek, para ilmuwan mengkhawatirkan dampak jangka panjangnya. Perubahan metabolisme yang drastis dikhawatirkan dapat memengaruhi tingkat reproduksi, pola asuh, serta interaksi sosial di dalam kelompok mereka.

Melalui temuan ini, para peneliti berharap dunia internasional dapat lebih memahami kompleksitas adaptasi satwa liar. Fenomena ini juga menegaskan urgensi perlindungan habitat hutan Chaco di Argentina yang kian terancam oleh pemanasan global dan deforestasi.

Berita Lainnya

Index