ANALISD.COM - Kegiatan pemetaan persil kebun masyarakat di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam resmi berjalan. Agenda pemetaan ini difasilitasi oleh Earthworm Foundation (EF) selaku lembaga mitra perwakilan di Kota Subulussalam, sebagai upaya konkret dalam memperkuat basis data agraria di tingkat desa, Selasa 19 Mei 2026.
Langkah taktis ini diambil guna memperoleh data spasial yang akurat terkait kepastian batas dan luasan total lahan perkebunan milik warga setempat. Basis data spasial yang valid ini nantinya memegang peranan krusial sebagai fondasi dasar perencanaan pembangunan desa, perlindungan hak atas tanah, hingga mendukung program sertifikasi tanah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian.
Advertisement
Pelaksanaan pemetaan di lapangan dipastikan berjalan dinamis dengan mengadopsi metode pengukuran partisipatif. Skema ini melibatkan secara langsung para pemilik lahan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat yang turun bersama-sama ke area perkebunan guna memastikan tidak ada kekeliruan data di kemudian hari.
Teknis pengukuran di lapangan memanfaatkan keunggulan teknologi digital berupa aplikasi Avenza Maps untuk menjamin akurasi titik koordinat. Data batas dan luas yang telah dirangkum tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan legal yang kuat bagi tata kelola wilayah dan meminimalisasi potensi gesekan atau konflik agraria antartetangga.
Advertisement
Masyarakat Desa Lae Ikan terpantau menyambut baik dan menaruh harapan besar pada program digitalisasi batas lahan ini. Aparat desa setempat menilai keterlibatan aktif warga dalam menunjukkan batas kebun masing-masing menjadi kunci kelancaran proses verifikasi lapangan.
“Warga antusias mengikuti proses pemetaan. Ini penting supaya ke depan tidak ada lagi kebingungan soal batas kebun. Kami berharap hasilnya bisa segera digunakan untuk sertifikasi dan perencanaan desa,” ujar Sekretaris Desa Lae Ikan, Saiful Fata.
