Kementan-UGM Kerja Sama Inovasi Pertanian Rp 40 M, Ada Kedelai-Sapi

Senin, 29 Juni 2026 | 14:52:25 WIB
ket foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di kediamannya, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

ANALISD.COM - JAKARTA, Kementerian Pertanian (Kementan) membeli produk inovasi dan kerja sama bidang pertanian hingga peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) senilai Rp 40 miliar. 

Kesepakatan itu diambil dalam sesi diskusi antara Kementan dengan civitas akademika UGM di kediaman Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026) pagi. Dalam pertemuan itu, Amran tampak antusias mengetahui berbagai inovasi pertanian dan peternakan yang dikembangkan UGM. 

Setelah mendengar dan mendiskusikan sejumlah temuan UGM, Amran langsung meminta sejumlah direktur jenderal (Dirjen) di Kementan untuk membeli dan melakukan kerja sama.

“Total kerja sama hari ini ada kurang lebih 6 komoditas, 5 atau 6 komoditas itu Rp 40 miliar,” kata Amran di rumahnya.

Amran mengatakan, sejumlah kerja sama itu antara lain meliputi pembelian dan penggunaan bibit padi Gamagora 7 yang menghasilkan beras premium senilai Rp 10 miliar. 

Dalam forum itu, Kementan membeli ribuan ton benih padi UGM dengan produktivitas 9 hingga 11 ton per hektar. Kemudian, Kementan juga menjalin kerja sama penanaman kedelai lokal varietas unggulan yang dikembangkan UGM. 

Kementan mengucurkan Rp 20 miliar, 5 traktor, dan 10 mesin pompa untuk kerja sama penanaman kedelai di lahan 2.000 hektar. “Langsung kita beli dan kemudian kita kawal bersama. Uji sampai 1.000 hektar 2.000 hektar untuk kedelai,” ujar Amran. 

Adapun sejumlah komoditas lainnya adalah penanaman bawang putih di Jawa Tengah, pembibitan kakao di Yogyakarta, pakan ternak, hingga pembibitan sapi perah yang dikembangkan UGM. 

“Kami harapkan ada sapi perah, sapinya namanya Sapi Gama, (singkatan dari) Gagah dan Maco,” ucap Amran. Pada kesempatan yang sama, Rektor UGM Ova Emilia, menilai diskusi civitas akademika kampusnya bersama Kementan sangat lengkap karena dihadiri menteri, peneliti, pusat studi, dosen, mahasiswa, dan lainnya.

Ova menegaskan pihaknya bakal terus mendukung agenda pertanian nasional melalui pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi.

 “Kami siap mendukung apa yang telah disampaikan Bapak Menteri. Apa yang menjadi visi Kementerian Pertanian sejalan dengan semangat UGM untuk menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat,” kata Ova.

Terkini