ANALISD.COM – Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah laporan menunjukkan satwa liar dilindungi itu terlihat di sekitar Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Video viral pertama direkam pada Minggu, 18 Januari 2026, memperlihatkan harimau berjalan di tepi jalan desa yang berbatasan dengan hutan tanaman industri (HTI). Peristiwa ini dilaporkan oleh RIAU REVIEW yang menegaskan masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan aktivitas harimau kepada aparat.
Sebelumnya, harimau yang sama juga terekam kamera pada Rabu, 14 Januari 2026, di jalur akses Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak. Laporan dari Iniriau.com menyebutkan bahwa rekaman ini memicu perhatian publik dan memaksa tim BBKSDA melakukan verifikasi lapangan.
Selain itu, jejak kaki harimau ditemukan pada Kamis, 8 Januari 2026, di perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Tim BBKSDA Riau memverifikasi temuan ini dan menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di area sekitar.
Pemerintah Provinsi Riau melalui Plt. Gubernur SF Hariyanto mengimbau masyarakat agar menjaga jarak aman, tidak memasang jerat atau perangkap, dan segera melapor jika melihat satwa liar ini. “Harimau Sumatera adalah satwa yang dilindungi dan perlu perhatian serius. Keamanan manusia dan satwa harus sama-sama dijaga,” ujarnya.
Kemunculan harimau di kawasan HTI menjadi indikator tekanan terhadap habitat asli satwa. BBKSDA Riau menjelaskan, “Meski HTI memiliki tutupan vegetasi, struktur ekosistemnya tidak sepenuhnya mendukung koridor jelajah dan ketersediaan mangsa alami yang dibutuhkan harimau untuk bertahan hidup.”
International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat bahwa harimau Sumatera berstatus Critically Endangered, dengan populasi liar yang terus menurun akibat hilangnya habitat, fragmentasi hutan, konflik dengan manusia, dan perburuan ilegal. Indonesia menjadi satu-satunya negara tempat subspesies ini masih bertahan.
Hingga berita ini diturunkan, BBKSDA Riau belum mengeluarkan rilis resmi terkait identifikasi individu harimau dalam video Pelalawan. Namun, aparat gabungan terus memantau lokasi dan melakukan langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus perlindungan satwa dilindungi.