ANALISD.COM - Kabupaten Semarang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan desa melalui riset dan pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat. Pada 24 Mei 2026, tim peneliti yang diketuai Dr. Nurul Fatimah, S.Pd., M.Si. melaksanakan program bertajuk “Inovasi Ekosistem Agroeduwisata sebagai Strategi Hilirisasi Produk Unggulan Berbasis Komunitas di Desa Rowoboni” di Dusun Rowoganjar, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menggandeng Pemerintah Desa Rowoboni sebagai mitra dengan melibatkan 30 peserta yang berasal dari unsur pemuda, pembudidaya, dan pelaku UMKM desa sebagai calon pengelola agroeduwisata.
Program ini bertujuan mendampingi masyarakat dalam merintis ekosistem agroeduwisata berbasis potensi lokal hingga mampu dikelola secara mandiri oleh komunitas desa. Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya hilirisasi produk unggulan desa agar tidak hanya memiliki nilai ekonomi melalui sektor produksi, tetapi juga berkembang menjadi destinasi edukasi dan wisata berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi warga Desa Rowoboni.

Pelaksanaan program dibagi ke dalam dua tahapan utama. Tahap pertama berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026, yang difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui empat bentuk pelatihan. Materi yang diberikan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan agroeduwisata, pelatihan smart cultivation varietas unggulan desa berupa budidaya ikan wader, diversifikasi produk olahan ikan wader, serta pelatihan manajemen keuangan sederhana dan strategi promosi produk UMKM. Seluruh materi disampaikan melalui metode ceramah, diskusi, dan presentasi kelompok sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu merancang strategi pengembangan usaha secara kolaboratif.
Tahap kedua dilaksanakan pada 21 Juni 2026 dalam bentuk praktik lapangan dan simulasi pengelolaan agroeduwisata. Peserta dibagi ke dalam beberapa posko sesuai bidang masing-masing. Kelompok pemuda mengikuti praktik pengelolaan ticketing, promosi, dan meeting point wisata. Kelompok pembudidaya memperoleh pendampingan langsung mengenai teknik budidaya ikan sebagai daya tarik edukatif. Sementara itu, pelaku UMKM mengikuti cooking class pengolahan produk unggulan berbahan ikan wader, serta praktik pengelolaan UMKM dan kunjungan ke homestay sebagai bagian dari pengembangan paket wisata desa. Di setiap posko, tim peneliti sekaligus melaksanakan Training of Trainers (TOT) agar calon pengelola memiliki kemampuan untuk melanjutkan pengembangan agroeduwisata secara mandiri setelah program berakhir.
Ketua tim peneliti, Dr. Nurul Fatimah, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa setiap desa memiliki potensi yang unik, namun tidak semua mampu mengelolanya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat tanpa adanya pendampingan yang tepat.
“Setiap desa memiliki potensinya masing-masing, tetapi tidak semua desa mampu dengan mudah mengoptimalkan potensi tersebut menjadi aktivitas yang memiliki nilai lebih. Sudah saatnya perguruan tinggi berkontribusi mengoptimalkan potensi desa menjadi aset berharga, salah satunya melalui pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan berbasis komunitas lokal,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan agroeduwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga membangun sistem ekonomi lokal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok pemuda, pembudidaya, pelaku UMKM, hingga pemerintah desa. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dari produk unggulan desa sekaligus memperkuat identitas lokal sebagai daya tarik wisata edukatif.
Kepala Desa Rowoboni, Agus Salim, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim UNNES. Ia menilai program tersebut telah membangkitkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan potensi desa secara bersama-sama.
“Kami selaku perwakilan Desa Rowoboni sangat berterima kasih atas pendampingan yang dilakukan oleh tim UNNES tahun 2026. Kami berharap, dengan semangat yang sudah tumbuh di tengah masyarakat, pendampingan ini dapat terus berlanjut hingga agroeduwisata benar-benar berhasil diwujudkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FISIP UNNES menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas lokal. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu melahirkan model pengembangan agroeduwisata berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai desa lain sebagai strategi pembangunan pedesaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 1 (No Poverty) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan dalam budidaya perikanan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong lahirnya peluang usaha dan lapangan kerja berbasis desa, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui pemberdayaan berbagai kelompok masyarakat secara inklusif, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan budidaya ikan lokal secara lestari, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara UNNES, Pemerintah Desa Rowoboni, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan.
