Anak Muda Tuntut Krisis Iklim Jadi Prioritas Agenda Pemilu 2024

Kamis, 02 Maret 2023 | 16:28:36 WIB
Poster Seruan Aksi

Jakarta -  Global Climate Strike (GCS) akan kembali berlangsung di Indonesia mulai 3 Maret 2023. Aksi menyuarakan permasalahan  iklim yang diinisiasi anak-anak muda dari berbagai elemen terus bergulir dan akan dilaksanakan di 15 kota di Indonesia. Tahun ini akan menjadi pertaruhan masa depan anak-anak muda Indonesia. Pemilu 2024 akan menjadi penentu siapa pemimpin Indonesia dalam kedaruratan iklim mendatang. Generasi muda akan menjadi saksi, sekaligus menentukan apakah krisis iklim yang sedang kita alami bersama akan menjadi perhatian utama para politikus di pemilu 2024. 

Strike yang berlangsung di 13 kota di antaranya, termasuk Jakarta, akan berlangsung pada Jumat, 3 Maret 2023. Dua kota lainnya, Solo dan Kutai Timur, akan menggelar pada 5 dan 8 Maret 2023. Khusus untuk Jakarta, Global Climate Strike 2023 akan dilaksanakan dengan march dari Balai Kota DKI Jakarta ke Patung Kuda pada pukul 14.00 WIB, dilanjutkan dengan aksi orasi dan teatrikal di Patung Kuda.

Pada dua bulan pertama tahun 2023, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya sudah ada 152 bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim.  Mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan peringatan dini potensi terjadinya kekeringan terparah pada tahun ini di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kupang, Nusa Tenggara Timur.

World Meteorological Organizations (WMO) menyatakan bahwa kenaikan suhu rata-rata bumi sudah mencapai 1.2°C dan pada delapan tahun terakhir tercatat sebagai tahun-tahun terpanas. Kenaikan suhu global yang terjadi telah berdampak pada semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari sektor ekonomi, pangan, sosial hingga politik. Bumi tidak baik-baik saja karena banyak yang akan terdampak. Krisis iklim telah melahirkan dampak katastrofe yang mengancam keberlangsungan hidup di Bumi dan akan terus bertambah, mulai dari gagal panen, penyebaran wabah penyakit, peningkatan konflik sosial, dan kekerasan seksual. Hal-hal ini pada akhirnya menempatkan umat manusia berada dalam kondisi yang sangat genting.

“Dampak kedaruratan krisis iklim adalah krisis kemanusiaan. Jika dibiarkan semakin parah, krisis iklim bukan hanya akan berdampak pada lingkungan, tetapi akan mengancam seluruh aspek kehidupan, bahkan bisa menimbulkan kepunahan. Sektor pendidikan tidak akan terkecualikan. Generasi muda memerlukan pemimpin yang mempunyai empati dan memahami aksi-aksi iklim yang nyata dan memprioritaskan dalam kekuasaannya nanti.,” kata Adrian Al-Farisi, Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FMIPA UI.

Riset Indikator Politik dan Yayasan Indonesia Cerah pada tahun 2021 menemukan sebanyak 82% anak muda di Indonesia sudah sadar dan tahu akan perubahan iklim. Bahkan, 4 dari 5 anak muda merasa bahwa pemerintah Indonesia belum melakukan upaya yang cukup untuk pengendalian perubahan iklim. ??Menurut survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), proporsi pemilih muda berusia 17-39 tahun diprediksi mendekati 60%, terdiri dari generasi Z (17-23 tahun) dan millennial (24-39 tahun).

“Kerentanan iklim di Indonesia itu relatif tinggi, diperparah dengan laju perusakan lingkungan atas nama pembangunan yang cepat. Sayangnya, masih banyak kebijakan yang kontraproduktif terhadap aksi iklim, bahkan bisa membuat situasi krisis iklim semakin parah. Sebagai contoh, di RUU EBET, masih ada energi baru yang justru memperpanjang usia batu bara dengan mengakui produk turunan batubara sebagai solusi. Ini contoh solusi yang berkebalikan, semestinya beralih ke energi terbarukan, tetapi justru greenwashing dengan mengklaim solusi,” tutur Abdul Ghofar, Juru Kampanye WALHI Nasional. 

Sependapat dengan pernyataan Ghofar, Azka Wafi, Koordinator Enter Nusantara, mengatakan bahwa pemerintah kerap mengeluarkan kebijakan yang tidak  tepat di beberapa daerah di Indonesia.

“Kami meneliti beberapa kebijakan dari pemerintah pusat yang tidak selalu memberikan kebijakan tepat guna di daerah tertentu, desentralisasi kebijakan perlu dijadikan prioritas agar setiap daerah dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Misalnya pada masalah energi, Transisi energi yang saat ini menjadi salah satu pilar utama Indonesia mengurangi dampak krisis iklim dengan penurunan emisi harus dipastikan bersih dan berkeadilan. Pemanfaatan potensi energi di daerah yang sesuai dengan kebutuhan, menaikan perekonomian rakyat dan ketahanan lingkungan sangat membutuhkan dukungan politik sehingga bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat. Pengetahuan seperti ini sangat penting untuk para politikus yang akan bertarung atas nama rakyat. Pertanyaan besar saya apakah mereka memahami ini sebagai peluang kampanye di pemilu 2024? ” kata Azka.

Di sisi lain, dalam melakukan aksi iklim, Pendiri Papua Trada Sampah Dina Danomira juga menyampaikan pentingnya melibatkan masyarakat, khususnya masyarakat adat.

"Perlu ada rekognisi bahwa masyarakat adat adalah garda depan penjaga alam dan lingkungan. Ilmunya sudah ada, bahkan sejak ratusan hingga ribuan tahun yang lalu. Tinggal diberikan izin, kesempatan, dan ruang yang aman supaya masyarakat adat bisa mempraktekkan itu untuk menjaga kelestarian alam," ucap Dina.

Sementara itu, aktivis Jeda untuk Iklim Rafaela Xaviera menilai anak muda selalu menjadi sasaran yang didambakan politikus dalam meraih suara di ajang pemilu.

“Setiap pemilu, pemilih muda selalu menjadi pasar yang didambakan politikus. Kami harap, tidak ada lagi kebijakan maupun omongan tipu-tipu soal komitmen iklim. Tipu-tipu itulah yang kemudian menambah masalah baru. Aksi anak muda dalam Global Climate Strike ini merupakan pernyataan tegas bahwa anak muda kini mengutamakan pengendalian krisis iklim yang adil demi masa depan kami yang aman dari bencana. Pemilu 2024 akan menentukan nasib Indonesia selama 5-10 tahun ke depan,” tutur Rafaela.

“Dalam aksi ini kami anak muda juga menolak dan memohon hentikan kampanye hijau palsu dan gimmick yang dilakukan banyak politisi partai hanya untuk membuat seakan memprioritaskan lingkungan dan generasi muda alias greenwashing dan youthwashing. Kami ingin memastikan pengambil keputusan dan kebijakan melakukan tugasnya dan bertanggung jawab atas dampak kerusakan yang pernah generasi sebelumnya lakukan,” ucap Rafaela.

Global Climate Strike 2023 di Indonesia akan berlangsung di 15 kota, berikut daftar lengkapnya sesuai urutan abjad.

 

  1. Bandung, 3 Maret 2023
  2. Banjarbaru, 3 Maret 2023
  3. Bondowoso, 3 Maret 2023
  4. Jakarta, 3 Maret 2023
  5. Jambi, 3 Maret 2023
  6. Jayapura, 3 Maret 2023
  7. Kupang, 3 Maret 2023
  8. Kutai Timur, 8 Maret 2023
  9. Lombok, 3 Maret 2023
  10. Medan, 3 Maret 2023
  11. Pekanbaru, 3 Maret 2023
  12. Pontianak, 3 Maret 2023
  13. Solo, 5 Maret 2023
  14. Sukabumi, 3 Maret 2023
  15. Yogyakarta, 3 Maret 2023

 

Daftar komunitas, pergerakan, organisasi, dan lembaga yang tergabung:

  1. 350.org
  2. Aksi Ekologi dan Emansipasi RaKyat (AEER)
  3. Animal Rebellion Indonesia
  4. BEM FH UI
  5. BEM FISIP UNPAD
  6. BEM FMIPA UI
  7. BEM UI
  8. BEM UKRI
  9. BGKH NTT
  10. Bumi Butuh Aksi
  11. CentennialZ
  12. Cipayung
  13. Climate Rangers Jakarta
  14. Enter Nusantara
  15. Environmental Law Society FH UI
  16. Extinction Rebellion Bandung
  17. Extinction Rebellion Indonesia
  18. Extinction Rebellion Jawa Timur
  19. Extinction Rebellion Jogja
  20. Extinction Rebellion Kupang
  21. Extinction Rebellion Meratus
  22. Extinction Rebellion Pontianak
  23. Extinction Rebellion Riau
  24. Extinction Rebellion Solo Raya
  25. Extinction Rebellion Sukabumi
  26. FMN kupang
  27. FORESMA UNS
  28. Fossil Free Sumut
  29. Fraksi Rakyat Kutim
  30. Fridays For Future Indonesia
  31. Gerkatin Solo
  32. GREENOMOS
  33. Greenpeace Indonesia
  34. Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan UNS (Himapsili UNS)
  35. Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia
  36. IMKD
  37. Jeda Untuk Iklim
  38. Kepresma Trisakti
  39. KMPLHK RANITA
  40. Komunitas Bondowoyo
  41. Komunitas Garis Bawah
  42. Komunitas Solo Bersih
  43. Koprol Iklim
  44. KPAEMC2
  45. KPOP4PLANET
  46. LBH Bandung
  47. LBH Bandung
  48. LPE
  49. Mahasiswa Bandung dan Masyarakat Sipil yang tergerak
  50. Mapala USTJ
  51. Pantau Gambut
  52. Papua Trada Sampah
  53. Pokja Anak Muda
  54. PRMB
  55. Rumah Bakau
  56. Sanggar Seroja
  57. Sebumi
  58. Sispala Curahdami
  59. STTB Bandung
  60. Teens Go Green Indonesia
  61. UKSK UPI
  62. WALHI Jabar
  63. Walhi Jabar
  64. WALHI Jakarta
  65. WALHI Nasional
  66. WALHI NTT
  67. WALHI Riau
  68. XR Bandung
  69. Yayasan Srikandi Lestari

 

Informasi dan kontak selengkapnya mengenai Global Climate Strike 2023 di Indonesia bisa dilihat di globalclimatestrike.id.

 

Kontak Media:

Diya Farida, 083898745680

Terkini