Hadirkan Inovasi Pertanian dan Peternakan, Perkuat Ketahanan Pangan Desa Pelem

Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:53:42 WIB

ANALISD.COM - Jawa timur, Upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 76 melaksanakan serangkaian program ketahanan pangan di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Program ini terdiri atas empat kegiatan utama, yaitu sosialisasi pemanfaatan limbah sayur dan buah menjadi pakan ternak fermentasi, pelatihan pembuatan Urea Molasses Block (UMB), edukasi sistem tanam presisi, serta demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC).

Desa Pelem memiliki potensi yang besar di bidang pertanian dan peternakan. Oleh karena itu, seluruh program dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Program pertama yang dilaksanakan adalah sosialisasi pemanfaatan limbah sayur dan buah menjadi pakan ternak fermentasi. Mahasiswa menjelaskan bahwa limbah organik masih memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan setelah melalui proses fermentasi. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mempraktikkan proses pembuatannya mulai dari pemilihan bahan, pencampuran, fermentasi, hingga penyimpanan sehingga masyarakat mampu mengolah limbah menjadi pakan alternatif yang lebih ekonomis.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Urea Molasses Block (UMB). Mahasiswa mengenalkan manfaat UMB sebagai pakan suplemen bagi ternak ruminansia yang mampu meningkatkan asupan nutrisi. Peserta mempraktikkan proses pencampuran bahan, pencetakan, hingga penyimpanan UMB sehingga dapat diaplikasikan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Program berikutnya adalah sosialisasi sistem tanam presisi. Melalui kegiatan ini masyarakat dikenalkan pada teknik budidaya yang lebih efisien, seperti pengaturan jarak tanam, penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat sasaran, serta pengelolaan air yang efektif. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus menekan biaya produksi.

Sebagai penutup, mahasiswa melaksanakan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Peserta diajak memahami proses pembuatan hingga cara pengaplikasian POC pada tanaman sehingga dapat menjadi alternatif pupuk yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Koordinator Desa (Kordes) MMD UB Kelompok 76 menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat. Pemerintah Desa Pelem turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap inovasi yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan guna mendukung kemandirian pangan desa di masa mendatang.

Terkini