Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket, Dibangun untuk Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:56:13 WIB
ket foto :Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan stok pupuk bersubsidi nasional dalam kondisi aman sekaligus menjaga harga gabah petani agar tidak jatuh di bawah Rp 6.500 per kilogram.

ANALISD.COM - JAKARTA, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi fondasi pemberdayaan ekonomi desa. 

Program ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang berawal dari desa. Zulhas mengatakan, program tersebut merupakan agenda besar Presiden. Tujuannya bukan hanya membangun kelembagaan koperasi, tetapi juga memperkuat layanan ekonomi desa serta distribusi berbagai bantuan pemerintah kepada masyarakat. Menurut dia, membangun 80.000 Kopdes Merah Putih bukan pekerjaan mudah. 

Program ini membutuhkan perubahan budaya sekaligus percepatan pelaksanaan di seluruh Indonesia. Karena itu, pemerintah menerbitkan instruksi presiden dan menugaskan Agrinas Pangan bekerja sama dengan TNI untuk mempercepat pembangunan.

"Membangun koperasi desa Merah Putih 80.000 itu enggak gampang. Merubah budaya itu tidak gampang. Konsep Kopdes itu Presiden ingin ekonomi tumbuh dari desa. Intinya pemberdayaan," kata Zulhas di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Zulhas menjelaskan, pembangunan akan memakan waktu sangat lama jika dilakukan melalui proses tender satu per satu. Pola penugasan dipilih agar pelaksanaan berlangsung lebih cepat, lebih efisien, dan memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia.

Zulhas menegaskan, Kopdes Merah Putih tidak dirancang sebagai supermarket. 

Koperasi ini diposisikan sebagai infrastruktur pemerintah di desa untuk melayani kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung aktivitas petani dan nelayan. "Intinya Kopdes itu untuk melayani kepentingan desa sebagai infrastruktur pemerintah, bukan supermarket," ucapnya.

Menurut Zulhas, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi penyalur berbagai program pemerintah. Program tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), distribusi beras bantuan, bantuan alat pertanian, hingga sarana produksi yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat desa.

 "Nanti Kopdes yang akan menyalurkan PKH, beras 10 kilogram, bantuan alat, traktor, bantuan pertanian, sehingga semua orang bisa pakai, tidak hanya satu kelompok," tegas Zulhas.

Terkini