Program Perhutanan Sosial Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan di Riau

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:43:06 WIB
ket foto : ilustrasi

ANALISD.COM - PEKANBARU – Program Perhutanan Sosial di Provinsi terus memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Hingga tahun 2026, pemerintah telah memberikan akses kelola hutan seluas 201.880,42 hektare kepada masyarakat melalui 213 Surat Keputusan (SK), dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 35.815 kepala keluarga (KK).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, , menegaskan bahwa program ini membuktikan pengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan melalui skema kemitraan yang kuat.

“Perhutanan sosial menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan,” ujarnya dalam lokakarya di , Selasa (23/6/2026).

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) menjadi bentuk perhutanan sosial yang paling banyak diterapkan di Riau, yakni sebanyak 124 SK dari total 213 SK yang telah diterbitkan.

Selain itu, terdapat 46 SK Hutan Desa, 10 SK Hutan Tanaman Rakyat (HTR), 3 SK Hutan Adat, serta 30 SK dalam skema kemitraan kehutanan, baik Kulin KK maupun kemitraan konservasi.

Program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis hutan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Hingga saat ini tercatat 256 KUPS berkembang di berbagai wilayah Riau, dengan dominasi pada kategori Blue, disusul Silver dan Gold.

Namun demikian, belum ada KUPS yang mencapai kategori Platinum yang merupakan level tertinggi dalam pengembangan usaha perhutanan sosial.

Catur Endah Prasetiani menambahkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya memperluas akses kelola, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha masyarakat agar produk hutan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(*)

Terkini