ANALISD.COM - PEMERINTAH Daerah (Pemda) DIY secara resmi memperkenalkan inovasi teknologi ramah lingkungan dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (18/06/2026). Salah satu sorotan utama dalam upaya mitigasi krisis iklim ini adalah penggunaan kendaraan listrik untuk pengelolaan sampah di wilayah Yogyakarta.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, menekankan bahwa dunia tengah menghadapi Triple Planetary Crisis. Untuk menjawab tantangan tersebut, DIY mengintegrasikan teknologi rendah karbon ke dalam kebijakan pembangunan daerah, sebagaimana diatur dalam Perda DIY Nomor 2 Tahun 2024.
Sebagai langkah konkret transisi energi di sektor pengelolaan limbah, Pemda DIY menyerahkan bantuan sarana berupa gerobak sampah listrik Samson 250. Kendaraan roda tiga ini diproduksi oleh PT Adyawinsa Telecommunication and Electrical (Adyawinsa Group) untuk mendukung operasional kebersihan yang lebih hijau.
Berikut adalah spesifikasi dan keunggulan operasional Samson 250 berdasarkan data teknis yang dipaparkan:
Implementasi Strategis dan Uji Emisi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menjelaskan bahwa adopsi teknologi ini bukan sekadar simbolis. Selain pengadaan gerobak listrik, Pemda DIY juga melakukan langkah preventif dengan melaksanakan uji emisi terhadap 160 kendaraan dinas (80 roda dua dan 80 roda empat).
Filosofi Hamemayu Hayuning Bawana
Langkah teknologi ini selaras dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yang mewajibkan manusia melindungi dan membina kelestarian alam. "Alam maringi, alam ngelakoni, alam ngadili," pesan Sri Paduka sebagai pengingat bahwa setiap tindakan terhadap alam akan berdampak kembali kepada manusia.
Dalam acara tersebut, apresiasi juga diberikan kepada Ananto Isworo sebagai penerima Kalpataru Nasional 2026 kategori Perintis, serta berbagai padukuhan tangguh iklim yang telah mengadopsi inovasi lokal dalam menjaga ekosistem di wilayah Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta. (AU/I-1)