ANALISD.COM - PENGURUS Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan peringatan serius mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan generasi mendatang. Anak-anak diidentifikasi sebagai kelompok yang paling rentan karena kondisi fisiologis mereka yang masih dalam tahap perkembangan.
Anggota Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI, Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes., menjelaskan bahwa kerentanan ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh dan organ pernapasan anak yang belum matang sempurna. Paparan polusi udara, fluktuasi suhu yang ekstrem, serta penurunan kualitas lingkungan menjadi ancaman nyata bagi tumbuh kembang mereka.
"Anak menjadi rentan pada polutan karena saluran udaranya lebih sempit, masih belum matang, kemudian sistem imunnya juga baru mulai berproses," ujar Riyadi dalam seminar media IDAI memperingati Hari Lingkungan Hidup, dikutip Kamis (11/6).
Dampak Sejak dalam Kandungan
Fakta yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak perubahan iklim dan polusi udara ternyata sudah bisa dirasakan sejak masa kehamilan. Paparan polutan dan logam berat berisiko menghambat pertumbuhan janin di dalam rahim.
Menurut Riyadi, gangguan ini dapat berlanjut hingga masa awal kehidupan anak, yang memicu masalah berat badan lahir rendah hingga peningkatan risiko infeksi pada tahun-tahun pertama. Selain itu, perubahan pola cuaca global turut memperluas penyebaran penyakit infeksi tropis melalui vektor seperti nyamuk.
Berikut adalah ringkasan risiko kesehatan pada anak akibat perubahan lingkungan berdasarkan penjelasan IDAI:
| Fase/Kondisi | Risiko Kesehatan |
|---|---|
| Masa Kehamilan (Janin) | Hambatan pertumbuhan janin, gangguan berat badan lahir rendah. |
| Sistem Pernapasan | Infeksi saluran pernapasan, alergi, dan asma akibat volume hirup udara yang tinggi. |
| Sistem Imun | Pelemahan pertahanan tubuh jangka panjang, rentan terhadap infeksi. |
| Penyakit Tropis | Peningkatan risiko penyakit tular vektor (seperti nyamuk) akibat perubahan suhu. |
Pentingnya Perlindungan Lingkungan
IDAI menekankan bahwa kualitas lingkungan yang baik adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Upaya kolektif dalam pengendalian polusi dan peningkatan sanitasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
"Bumi yang sehat artinya kita juga sehat. Semua berperan untuk menjaga lingkungan karena dampaknya langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak," pungkas Riyadi. (Ant/Z-1)