GAPKI Perkuat Komitmen Cegah Karhutla Bersama KLH di Riau

Selasa, 28 April 2026 | 13:22:17 WIB
ket foto : apel siaga gapki-KLH

ANALISD.COM – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menegaskan komitmennya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Apel Siaga Pencegahan Karhutla bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Provinsi Riau pada 25 April 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dipicu oleh potensi iklim ekstrem tahun ini.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa risiko karhutla pada 2026 perlu diantisipasi secara serius. Ia menjelaskan bahwa musim kemarau panjang yang beriringan dengan fenomena El Nino, serta penurunan curah hujan, menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran.

“Curah hujan rendah dan kondisi lahan gambut yang rentan membuat risiko kekeringan meningkat signifikan. Riau menjadi salah satu wilayah paling rawan, mengingat luas gambutnya yang hampir mencapai separuh daratan, ditambah keberadaan lebih dari 13.000 kilometer kanal,” jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan hingga saat ini telah melampaui 52.000 hektare. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, diminta meningkatkan kesiapsiagaan melalui langkah konkret dan terkoordinasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menyatakan bahwa seluruh anggota GAPKI siap berperan aktif dalam pencegahan karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem deteksi dini, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia menegaskan bahwa perusahaan anggota GAPKI secara konsisten menerapkan kebijakan zero burning policy sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan industri kelapa sawit. Selain itu, berbagai infrastruktur pencegahan juga terus dikembangkan, seperti menara pemantau, embung air, serta sistem pemantauan berbasis teknologi.

Terkini