Living Laboratory Eco-Theology Dharma Ekologi, Perkuat Pusat Pembelajaran Daur Ulang Limbah

Rabu, 01 Juli 2026 | 20:06:42 WIB

ANALISD.COM - Wonogiri (Bimas Buddha) — Pemerintah Kabupaten Wonogiri menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui peresmian Living Laboratory Eco-Theology Dharma Ekologi di STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri, Selasa (30/6/2026). Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai pusat pembelajaran daur ulang limbah yang mengintegrasikan pendidikan, inovasi teknologi, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dalam kesempatan hadir menadatanganani prasasti, dilanjutkan peninjauan laboratorium serta peragaan pengoperasian mesin pirolisis yang mampu mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Wonogiri, pimpinan STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri, Jajaran Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta para mitra dan tokoh masyarakat.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyebut terdapat tiga lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Wonogiri ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup karena sistem pembuangan sampah secara terbuka tidak lagi diperbolehkan. Yakni TPA di Slogohimo, di Purwantoro, dan di Baturetno. Untuk menangani sampah, STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri telah mendatangkan mesin pengolah limbah plastik menjadi energi alternatif melalui teknologi pirolisis di Eco-Theology Living Laboratory Dharma Ekologi. Melalui alat tersebut limbah plastik bisa diolah menjadi solar dan bensin.

Dengan ditutupnya tiga TPA tersebut, saat ini hanya tersisa satu TPA yang masih beroperasi di Kabupaten Wonogiri. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus momentum untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pembiasaan memilah sampah sejak dari rumah, serta penerapan teknologi yang mampu memberikan nilai tambah terhadap limbah.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga berkomitmen mendukung pengembangan Living Laboratory Eco-Theology Dharma Ekologi sebagai pusat edukasi dan inovasi lingkungan. Melalui Sekretaris Daerah, pemerintah daerah akan menjembatani kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri agar hasil pengembangan laboratorium dapat terus berkembang, memberi manfaat yang lebih luas, dan mendukung penguatan ekonomi sirkular di Kabupaten Wonogiri.

Ketua STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri, Sulaiman, mengatakan pengembangan Living Laboratory Eco-Theology Dharma Ekologi merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pendidikan, riset, dan inovasi. Melalui kerja sama dengan Yayasan Get Plastic, laboratorium tersebut dilengkapi teknologi pirolisis yang mampu mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak tanpa proses pembakaran terbuka.

"Perguruan Tinggi harus menjadi jembatan pemecahan masalah bangsa dan negara, itu yang STABN RADEN WIJAYA lakukan sesuai pesan Presiden." Jelas Sulaiman pada Selasa (01/07/2026)

Peresmian Living Laboratory Eco-Theology Dharma Ekologi menjadi tonggak penting kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan dukungan lintas sektor tersebut, STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran daur ulang limbah, pusat inovasi teknologi lingkungan, sekaligus model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan.

Terkini